Membuat Warak Ngendhog Dari Minuman Kaleng

Alat dan bahan :

– minuman kaleng bekas gunting

– cutter

– tang kecil

– lem

– hot glue gun

Langkah pertama, bekas minuman kaleng digunting menjadi lembaran yang nantinya dibentuk sesuai dengan pola yang sudah dibuat.

Lembaran dari minuman kaleng yang sudah dibentuk sesuai pola, direkatkan dengan menggunakan lem silikon. Pola dari warak ngendhog bisa dilihat pada foto berikut,

Pertama membuat kaki, kemudian bagian badan dan leher serta ekor. Untuk membuat bagian kepala perlu kesabaran tersendiri, karena bagian ini ada beberapa ornamen aksesoris untuk lebih mendekati penampakan warak ngendhog sesuai aslinya yang biasa kita temui. Selanjutnya bagian-bagian yang sudah ada dirangkai menggunakan lem silikon dengan hot glue gan membentuk sebuah warak ngendhog yang utuh.

Pemanfaatan kaleng minuman bekas menjadi bentuk lain yang berfungsi sebagai dekorasi seperti warak ngendhog ini harapannya dapat mengurangi limbah anorganik di tingkat rumah tangga, selain itu dapat sebagai pengisi waktu luang di akhir pekan. Selamat mencoba…

Berikut hasil akhirnya.

Warak Ngendhog

Warak Ngendhog dari minuman kaleng ini saya dedikasikan untuk almarhum Mas Agung Setia Budi @agung_komunitas_harapan seorang trainer dan recycle art worker yang founder Komunitas Harapan Semarang, meski beliau telah meninggalkan kita medio April 2018 kemaren tapi semangat dan karyanya akan selalu dikenang dan menginspirasi.

Sengaja saya memilih warak ngendhog, hewan mitologi yang menjadi ikon Semarang, sebagai pengingat pertemuan pertama kali dengan Mas Agung dalam TOT ecobrick oleh Marimas.

Salam Nekatzz Mas Agung …!!!!

Gerakan Ecobricks Batang

Publikasi mengenai kegiatan “Belajar Ecobrikcks” yang dibagikan mulai tanggal 20 April 2018 melalui akun instagram PKBI Batang mendapatakan respon yang bagus, beberapa peserta langsung masuk daftar list yang registrasinya melalui WA. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Batang sebagai peringatan Hari Bumi 2018 oleh PKBI Batang dengan mengambil tema “Aku Cinta Bumi, Bumi Akan Cinta Kita” melalui pengenalan pembuatan ecobricks yang tentunya yang menjadi bagian lebih penting adalah pemaparan mengenai plastik dan lingkungan.

Kegiatan Belajar Ecobricks ini juga didukung oleh GEA, Global Ecobricks Alliance, InstaBatang untuk media partner dan komunitas “Batang Menyeduh” yang menyediakan kopi arabika dari daerah Pacet.

Kegiatan dimulai 13.30 wib dibuka oleh Aditya Yuda sebagai pembawa acara kemudian sambutan dari program manager PKBI Batang, Mestri Widodo memberikan perkenalan mengenai PKBI dan kegiatannya. Setelah itu mulai masuk pemaparan mengenai ecobricks, palstik dan lingkungan oleh Slamet Nur Chamid dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai teknis pembuatan ecobricks oleh Prasetiyo Widhi. Untuk registrasi peserta ditangani oleh Didik Basuki.

Peserta Belajar Ecobricks ini cukup beragam, mulai dari pelajar, pengelola bank sampah, pramuka, ibu-ibu PKK, kelompok pecinta alam, BANSER, sanitarian dari beberapa puskesmas, perwakilan dari dinas dan warga yang tertarik dengan pembuatan ecobricks.

Peserta antusias mengikuti langkah demi langkah membuat ecobricks dari bahan-bahan yang sudah disiapkan dari rumah, proses praktek langsung membuat ecobricks deselingi dengan tanya jawab, mengenai cara login setelah ecobricks masing-masing bisa diselesaikan. Rata-rata ecobricks yang dibuat sudah memenuhi berat minimal 200 gram untuk botol mineral ukuran 600 ml. Alhamdulillah, Belajar Ecobricks ini berlangsung dengan lancar sampai dengan pukul 16.30 wib. Semoga Gerakan Ecobricks Batang ini dapat bermanfaat bagi lingkungan yang dimulai dari masing-masing individu.

Semua materi dalam Belajar Ecobricks ini bersumber dari http://www.ecobricks.org