Menuntut Lebih

image

Kembali mencoba mengulang aktifitas rembugan bersama warga, dengan cara berbeda dengan tujuan yang sama. Memang perlu keberanian mewujudkan semuanya dengan semua konsekuensi yang ada, semua dituntut lebih, yang dibutuhkan sekarang cukup merekam dulu, mendengarkan dan kerjakan. Jangan tunggu sampai esok menjelang atau berandai andai dengan impian tanpa realisasi dan kerja nyata.
Kontribusi kecil ini semoga dapat mewarnai lingkungan sekitar, di tengah lingkaran sibuk dan agenda-agenda lain yang harus terus berjalan.
Semua tidak ada yang sia-sia, pun dengan hari kemarin yang penuh cerita. Selalu ada makna dari setiap peristiwa, harus banyak “membaca” dan banyak mendengar.
Terus bekerja ……. dan tetap bahagia
01.11

Iklan

Museum Jawa Tengah Ronggowarsito

image

Museum Jawa Tengah Ronggowarsito

Kamis, 5 Februari 2015 berkesempatan mengunjungi Museum Jawa Tengah Ronggowarsito yang beralamat Jl. Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang. Orang-orang biasa menyebut daerah museum dengan sebutan daerah Kalibanteng, CMIIW. Jam buka museum setiap hari dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB. Pada waktu kemaren berkunjung yang notabene bukan akhir pekan, boleh dibilang lumayan ramai, ada beberapa orang dan turis asing yang ditemani guide berikutnya serombongan siswa sekolah tingkat menengah mengadakan tur museum dengan guide dari petugas. Pada saat saya keluar dari museum pun menjelang waktu dzuhur datang dua shuttle bus berisikan rombongan turis asing yang dipandu guide yang fasih berbahasa Perancis.

image

Tiket masuk museum

image

image

Gunungan pada area masuk

Setelah membeli tiket seharga Rp. 4.000,- empat ribu rupiah kita akan disambut sebuah gunungan besar sebagai salah satu simbol yang identik dengan Jawa Tengah yang didepannya terdapat prasasti peresmian pembangunan museum.

image

Prasasti museum

Rangkaian display koleksi museum diawali dari gambaran Jawa Tengah masa pra sejarah/purba kemudian berurutan dengan masa klasik dan dilanjutkan dengan masa pembangunan.
Yang menjadi menarik di sini, dan memang menjadi agenda saya pada kunjungan kali ini, melihat dari dekat beberapa koleksi museum yang berasal dari Kabupaten Batang, diantaranya arca nandi dan arca sri wasudara.

image

Arca Nandi dari Kab. Batang

image

Arca Sri Wasudara dari Kab. Batang

image

Panel keterangan arca Sri Wasudara

Berkesempatan juga melihat replika Prasasti Canggal.

image

Prasasti Canggal

Berikut beberapa dokumentasi melalui kamera handphone
image

image

image

Arca Ganesha temyan dari Jolotigo Kab. Pekalongan

image

image

Kemuncak bangunan candi

image

image

image

image

image

Menemukan display pengolahan tebu secara manual bertenaga hewan ternak.
image

image

Dari kunjungan ke museun Jawa Tengah kali ini, berharap rintisan pembangunan museum di Kabupaten Batang akan mengalami kemajuan progres, karena selama ini benda cagar budaya yang sudah diselamatkan masih dititipkan di kantor pariwisata dengan perawatan ala kadarnya. Semoga….

Kopi + Bandos

image

Secangkir kopi dan dua buah bandos siang ini menjadi energi sampai tengah hari. Kopi berpasangan dengan bandos benar-benar menjadi pasangan yang spontan tanpa rencana, seperti kedatangan Mas Agus Buku yang begitu datang mak bedunduk tiba-tiba di Kauman di Rabu pagi menjelang siang. Perbincanganpun diawali, saling menanyakan kabar masing-masing sudah menjadi standar pembuka pembicaraan yang sangat mainstream ditambah pertanyaan standar lainnya, “soko ngendi kye pernahe, mas?” Biar kami sudah saling terhubung melalui jejaring sosial facebook nyatanya ngobrol langsung tetap menjadi sebuah media silaturahmi yang punya banyak kelebihan, obrolan ngalor ngidul seputar kegiatan-kegiatan yang belum sempat rampung menjadi tema bahasan kami, tentunya dengan menikmati kopi sachet. Saling berbagi informasi berkaitan dengan literatur dan buku-buku menjadi bumbu pembicaraan. Yang menjadi salah satu point penting dalam obrolan ini, kami sepakat dengan respect dan penghormatan tertinggi pada individu maupun institusi yang dengan sukarela sharing melalui dunia maya tentang segala hal dalam bidangnya masing-masing. Tentunya hal ini sebagai manfaat positif penggunaan “mesin pencari” di internet. Sebagai suatu konsekuensi dan etika sudah semestinya apa yang kita kutip darinya sudah menjadi suatu keharusan memberikan keterangan darimana sumber informasinya didapatkan sebagai bentuk penghormatan atas kekayaan intelektual. Sebagai netizen yang baik perlu lebih dari sekedar kerendahan hati untuk melakukan hal itu. Dan obrolan kami berahir bertepatan dengan jadwal ngojek rutin menjemput anak sekolah, setidaknya ada hal penting yang kami dapat dari obrolan nggak penting siang ini  🙂