Latihan Lomban, Canoe Races

image

Persiapan Lomban atau Lomba Perahu tiap tanggal 1 Syawal sudah mulai dilakukan, biasanya pada pagi atau sore hari di sungai Klidang, Desa Klidang Lor Kecamatan Batang.
Tradisi Lomban mengadung maksud sebagai perayaan masyarakat nelayan setelah melaksanakan ibadah puasa.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Persiapan Upacara Bendera Warga RT

image

image

image

image

Ada yang istimewa bagi warga RT. 02 RW. 06 Kelurahan Kauman, dalam menyambut peringatan HUT Kemerdekaan ke 66 RI tahun 2011 ini, yaitu untuk pertama kalinya mengadakan upacara bendera. Enggak tanggung tanggung, persiapannya dilakukan hampir setiap hari sejak seminggu sebelum tanggal 17. Latihan upacara dilaksanakan menjelang waktu berbuka dipandu oleh bapak Didik selaku ketua RT yang kesehariannya merupakan guru yang menangani bidang kesiswaan. Meski kadang dalam latihan persiapan petugas upacara tidak lengkap karena kesibukan masing masing, tetapi hal tersebut tidak menjadikan halangan bagi para petugas yang lain untuk tetap berlatih. Sebagian besar petugas dari golongan muda, jadi klop banget dengan niatan awal ide dari salah satu warga yaitu saudara Agus Salam untuk melaksanakan upacara bendera sebagai usaha meningkatkan rasa nasionalisme warga dalam struktur kelembagaan terkecil dari negara, yaitu tingkatan Rukun Tetangga. Idenya langsung disambut antusias warga dan para sesepuh dalam rapat pembentukan panitia tujuhbelasan tahun ini yang dikoordinatori oleh penggiat pemuda di lingkungan RT, saudara Istiaji.
Berikut dokumentasi latihan persiannya…  

Posted from WordPress for Android

MEGONOISME

Eiiiitsssss, jangan salah….ini bukanlah aliran, ideologi atau isme baru. MEGONOISME merupakan MEGONO+IS+ME bisa dibaca megono adalah saya. Hahaha, bagaimana enggak saya, lawong tiap hari makanannya nasi megono. Dan akan menjadi disain dalam kaos megono series edisi berikutnya….

Posted from WordPress for Android

Road Show De Oude Fiets di Pekalongan, 20 Juli 2011. Peringatan 116 tahun budaya bersepeda mewarnai Indonesia

Rangkaian Road Show De Oude Fiets Rabu, 20 Juli 2011 memasuki wilayah Tegal-Batang dengan agenda talk show live di radio BSP FM, Pekalongan. Penyelenggaraan acara sedikit mengalami perubahan waktu disebabkan rombongan terjebak kemacetan di daerah Brebes. Komunitas sepeda tua dari Pekalongan dan Batang sudah menunggu dari jam sembilan pagi. Mobil pendukung sampai di lokasi acara sekitar jam duabelasan sedangkan mobil yang berisi nara sumber Aart Adrianus ‘Jos’ Rietveld yang ahli Fongers, Otto Beajoun ketua sekaligus pakar sepeda tua Belanda, Petrus Franciscus Maria ‘Piet’ Munsters sang kolektor dan Theo De Kogel yang ahli Gazelle, sampai kurang lebih satu setengah jam kemudian. Sampai akhirnya penantian dan rasa bosan dari pagi berakhir, para nara sumber langsung melihat-lihat sepeda yang sudah diparkir rapi di pelataran parkir radio BSP FM sambil bersalaman dengan onthelis. Dari pelataran parkir penyiar berdialog langsung dengan Ipong Papitob dan Fahmi Saimima selaku sekjen Kosti. Tanyajawab langsung antara onthelis yang hadir dengan para pakar sepeda dari Belanda pun berlangsung cukup akrab dan dilanjutkan dengan talk show di dalam Cafe BSP FM.

Talk show dibuka oleh mas Ipong yang memandu acara kemudian dilanjutkan pengantar mengenai latar belakang diselenggarakannya rangkaian road show De Oude Fiets oleh sang sekjen Kosti Pusat, kang Fahmi. Tanpa membuang waktu acara dilanjutkan dengan penerawangan beberapa sepeda dari para onthelis, beberapa sepeda yang diukupas yaitu pabrikan Fongers, Gazella, sepeda tua dari Amerika dan Burger Daventer. Penjelasan dari para nara sumber di terjemahkan langsung oleh kang Fahmi. Para nara sumber rata-rata memuji keberadaan dari sepeda yang diulas. Ulasan dari nara sumber cukup menambah pengetahuan bagi onthelis yang hadir terutama sekali mengenai keserasian antara part maupun aksesoris sepeda dengan tahun pembuatannya. Misalnya hal sederhana yang dapat dijadikan pengetahuan tambahan yaitu sepada dengan tahun produksi lebih awal biasanya menggunakan lampu karbid pada spakbor belakang menggunakan reflektor, sedangkan sepeda yang menggunakan sistem elektrik lampu dari dinamo pada spakbor belakang juga menggunakan sistem yang sama dan hal hal lainnya. Sampai akhirnya waktu juga yang membatasi acara talk show dan waktu sudah menunjukkan jam tiga sore yang artinya rombongan harus segera melanjutkan perjalanan ke Kendal. Acara diakhiri dengan pemberian kenang kenangan dari rombongan road show kepada perwakilan dari komunitas yang turut mensukseskan acara ini.

Tidak sia-sia saya order buku de oude fiets secara online, karena bukunya sendiri alhamdulillah datang tepat waktu sebelum rombongan datang, jadi saya bisa mendapatkan keempat tanda tangan para narasumber. Saya bersyukur sekali karena memang bukunya sendiri dicetak sangat terbatas. Penantian lama dari pagi sampai menjelang sore terbayarkan dengan bertatap muka langsung dengan para narasumber.

 

Pitulasan Bocah Kampung

Posted from WordPress for Android