Barikan, Dukuh Batur, Silurah

Kamis Wage, 23 Februari 2017 kemaren akhirnya kesampaian juga bermalam di Silurah, di kediaman Pak Kasirin di pedukuhan Batur bareng mas Mja Nashir, mas Agus Candiareng Supriyanto, dan mas Paul Manahara Tambunan setelah siangnya mengadakan pemutaran film “Nyadran Gunung” yang disutradarai mas Mja Nashir dilanjutkan dengan diskusi budaya sekaligus launching “Kopi Silurah” yang digagas teman-teman Kelompok Usaha Remaja Arca Ganesha. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, malemnya di pedukuhan Batur bakda sholat Isya’ berkesempatan pula ikut dalam tradisi “Barikan” yang memang masih lestari dilaksanan. Barikan kali ini jatuh tepat pada putaran yang ketujuh, yang menurut Pak Kasirin menjadi spesial dengan ditandai adanya ingkung ayam.
Barikan di pedukuhan Batur biasa diselenggarakan tepat di perempatan jalan depan masjid. Persiapannya sudah kelihatan sedari siang hari sembari juga menyiapkan “ubo rampe” untuk Nyadran Gunung pada hari Jumat Kliwon pada bulan Jumadilawal. Mulai habis magrib sudah tertata rapi di ruangan tengah kediaman Pak Kasirin keperluan acara Barikan.
dsc07618

Aneka makanan dalam perayaan Barikan

DSC07623.JPG

Ingkung ayam

Bakda Isyak warga di pedukuhan Batur, Silurah berkumpul di perempatan jalan desa sambil membawa aneka makanan. Setelah beberapa saat warga satu pedukuhan berkumpul barulah Barikan dimulai dengan sebelumnya diawali dengan pembacaan do’a oleh Pak Lebe. Setelah do’a do’a selesai dipanjatkan makanan yang sudah terkumpul dinikmati bersama-sama seluruh warga. Semuanya larut berbaur dalam keakraban menikmati makanan mulai dari aneka rebusan hasil bumi seperti ubi, ketela, kacang tanah sampai dengan bubur dan nasi beserta ingkung ayamnya.
DSC07634.JPG

Masyarakat pedukuhan Batur, Silurah berkumpul di perempatan jalan desa melaksanakan Barikan

Barikan merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah dan rahmat, barikan berasal dari bahasa arab baro’ah yang berarti berkah. Disamping sebagai ungkapan rasa syukur, Barikan sebagai doa mendapatakan keselamatan dalam hidup. Sebagai fungsi sosial Barikan yang diselenggarakan di perempatan jalan desa bertujuan memupuk kerukunan serta solidaritas antar warga setempat.
DSC07644.JPG

Menikmati bersama makanan dalam Barikan

 

Iklan