Ada Apa Dengan Gajah #1

Beberapa hari setelah blusukan bersama Mas MJA Nashir dan Mas Agus pada Minggu, 14 Desember 2014 ke Watu Gajah di Brokoh kemudian dilanjutkan ke Arca Ganesha Silurah, yang mana kedua desa tersebut masih terletak di Kecamatan yang sama yaitu Wonotunggal, hampir setiap malam menthelengi foto hasil dokumentasi. Foto-foto yang berasal dari kamera Mas Nashir, maupun kamera hp-ku sendiri berulang-ulang aku amati satu persatu, terutama sekali Watu Gajah yang tinggal bagian bawahnya saja, yang menyita perhatian kami waktu itu.

image
Batu Gajah, Desa Brokoh, Wonotunggal
image
Batu Gajah
image
Arca Ganesha

Sepulangnya dari blusukan masing-masing dari kami mencoba mencari dan mengumpulkan sumber literasi yang berkaitan dengan benda cagar budaya yang kami datangi, beruntung sekali saya hidup dijaman internet jadi tanpa harus mengunjungi dan keluar masuk perpustakaan, cukup dengan duduk didepan laptop memasukkan kata kunci pada situs mesin pencari. bersyukur sekali dan terimakasih yang tak terkira kepada individu maupun institusi yang berkenan berbagi, sehingga di masa sekarang dimana sumber informasi dapat diakses secara mudah kita dapat memanfaatkan waktu dengan baik.
Tapi cara konvensionalpun tetap kami lakukan, beruntung sekali ada Mas Agus yang punya banyak koleksi buku.

image
Sebagian koleksi buku Mas Agus di Candiareng, Warungasem

Beruntung masih menemukan beberapa literatur yang masih relevan berkaitan dengan blusukan kami 🙂
Di kala luang waktu di warung saya coba membuat juga sketsa Arca Ganesha dengan pensil dan drawing pen.

image
Sket dengan pensil
image
Sket dengan pensil
image
Sket dengan drawing pen

Juga mengkotak-atik dan mereka-reka bentuk bagian atas dari Watu Gajah (yang diwaktu berikutnya kita gunakan sebagai logo komunitas Batang Heritage).

image
Usulan logo pertama

Bersambung…

Iklan

Yang Tersisa… Penjual Kopi Keliling

image
Mengayuh sepeda sampai daerah Ujungnegoro di ujung timur dan Rowobelang selatan Batang, juga seantero Pekalongan

image

image
Coffee grinder Sponge No 4
image
Pak Munaji, asal Desa Werdi, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan