Sketch Ndeplok Mlinjo, Sojomerto

image

Waktu berkunjung ke Prasasti Sojomerto, Reban bersama mas Mja Nashir dan mas Agus Candiareng berkesempatan pula melihat secara langsung proses pembuatan emping melinjo oleh seorang ibu yang rumahnya dekat dengan situs.

Iklan

Sesaat Sebelum Jatuh

image

Akhirnya nyeket juga pake brush pen Selasa, 9 Juni kemaren, setelah kumanan stok punya koi.

Sketch ini memang bukan live sketch, tapi berdasar dari dokumentasi foto waktu komunitas “Rumah Juara” menghelat event “Olimpiade Permainan Tradisional”. Digambar pada sketch book A5.

Beberapa waktu yang lalu sempat kehabisan stok brush pen di gramedia, Jl. Pandanaran, Semarang….

Gowes Batang – Slawi SALSO 2

Ngonthel Batang – Slawi menuju even Slawi Ayu Lautan Sepeda Onthel 2 yang menempuh jarak kurang lebih 80an kilometer ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Ngonthel dengan jarak jauh ini dengan membawa nama Paguyuban Pit Toea Batang – PAPITOB menjadi ngonthel touring pertama buat saya. Hampir dikatakan minim persiapan kecuali tekad yang kuat untuk ngonthel sampai Slawi. Malam Sabtu sebelum kami berdua berangkat, kami sempatkan bertemu dengan ketua PAPITOB, mas Ipong di warung they pojok alun alun Batang sebelah timur itu. Saya dan mas Bagus ketemu dengan mas Ipong untuk berpamitan sekalian merencanakan rute perjalanan menuju Slawi.

Sabtu, 30 Mei 2015 pukul 09.00 saya menjemput mas Bagus kemudian langsung mengambil bendera umbul-umbul PAPITOB yang baru selasai disablon di putrisari art Gang Randu, Watesalit. Karena bendera belum dijahit, dari tukang sablon mengarahkan laju motor menuju tukang jahit di seputaran komplek ruko utara alun-alun. Selesai dijahit terus menuju rumahku di Kauman untuk persiapan berangkat.

Sampai di rumah pun masih harus memasang bagasi belakang di sepeda heren yang rencananya akan dipakai mas Bagus. Alih-alih jadi kepasang eh, penambur/gotri di as belakang malahan jatuh satu persatu karena ternyata baut pada as ikut muter waktu dikencangkan, akhirnya setelah bagasi belakang terpasang mas Bagus memastikan roda belakang tidak bermasalah ketika nanti digowes sampai Slawi ke tempat bengkel Pak Man dekat traffic light perempatan Jl. A. Yani – jl. Ahmad Dahlan.

Setelah dipastikan bagasi belajang sepeda yang akan dipakai mas Bagus tidak bermasalah, kami merapikan bawaan kami ke masing-masing sepeda yang akan dipakai. Untuk gowes kali ini saya memakai sepeda swan frame. Mendekati pukul 11.30 barulah kami on the way Slawi via Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Tegal. Kami melengkapi diri dengan helm dan rompi warna mencolok untuk safety riding maklum jalanan aspal pantura penuh kendaraan besar seperti truck gandengan dan bis AKAP 🙂

image

Melintasi aspal pantura pada waktu siang hari terik lumayan membuat kulit “terbakar” track lurus dan datar kami lalui selepas Wiradesa, setelah beberapa lama ngonthel kami putuskan untuk berhenti makan siang di daerah Siwalan, termasuk menunaikan sholat dhuhur

image

Dinginnya air kelapa muda yang ditambahkan air gula jawa mengobati dahaga kami padahal jarak tempuh sampai pemberhentian pertama ini belumlah seberapa. Setelah kami rasa cukup, lanjut gowes lagi menyusuri jalanan perbatasan Kab. Pekalongan sampai pemberhentian berikutnya di Alun-alun Pemalang. Karena newbie gowes kebanyakan berhenti dan ini kami lakukan seiring dengan dengkul yang sudah mulai terasa pegelnya 😛

image

image

image

image

image

image

track yang lurus dan flat begitu melenakan dan membuat ngantuk, sambil mengisi bekal air minum, sekalian bertanya pada penjualnya arah jalan terdekat ke Slawi yang tidak melewati Tegal kota, mas yang jualan menginformasikan untuk jalan terus lurus sampai ketemu traffic light pertama terus nanti ambil arah kiri menuju Slawi, perasaanku sedikit gembira, artinya perjalanan sudah dekat ke Slawi.

Kami melanjutkan gowes dengan penuh semangat, kembali menyusuri jalanan aspal meninggalkan perbatasan Pemalang menuju Tegal, waktu itu hampir maghrib, kami pikir lampu merah di depan kami sudah dekat ternyata sampai lewat maghrib kami belum menemukannya dan kami sadar sudah di-pehape mas mas yang dimintai petunjuk arah jalan tadi 😀

Untuk yang kesekian kali kami pun berhenti kembali setelah melewati obyek wisata Purwahamba untuk sekedar melemaskan kaki dan memasang lampu sepada. Karena lampu depan dan belakang cuma sepasang, kami menyiasatinya dengan memasang lampu depan di swan frame yang aku pakai dan lampu belakang dipasang ke sepeda yang dikendarai mas Bagus. Kami pun melanjutkan perjalanan kembali dengan target ketemu pertigaan traffic light arah ke Slawi.

bersambung…..