dari Lapak Kliwonan…

Kliwonan yang selalu ngangeni di alun-alun Batang…

Iklan

Bersama PAPITOB di Festival Onthel Nusantara II Cirebon

Acara yang digelar di Gedung Negara Cirebon dari tanggal 1 – 2 Oktober 2011 ini memang sudah sejak dari diterimanya undangan ditunggu oleh segenap saudara seperonthelan di PAPITOB. Hingga akhirnya terdaftar 17 orang plus 1 orang lagi yang “klayu” dan akhirnya “katut mangkat” jadi total ada 18 personel dan 18 sepeda yang dimobilisasi dengan 2 minibus dan 1 truck untuk loading sepeda. banyak cerita sepanjang perjalana pulang dan pergi maupun selama gelaran acara tersebut. Beberapa yang paling berkesan yaitu waktu perjalanan menuju Gedung Negara dalam kebingunagan jalanan kota Cirebon pada suatu operasi lalu lintas dalam pemeriksaan kelengkapan surat-surat kami serombongan dalam satu mobil sempat khawatir juga akan terulangnya insiden kena tilangnya rombongan waktu perjalanan ke Solo dalam rangka silatnas onthelis di Solo. pak polisi yang tadinya begitu serius menanyakan tiba-tiba berubah jadi cair begitu tahu rombongan yang ada dalam mobil mau berpartisipasi dalam FSON II, bapak polisinya malahan begitu antusias sekali menjelaskan agenda yang rencananya di hadiri Istri Gubernur Jawa Barat, padahal jujur saja kami serombongan mengkhawatirkan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas Mazda E200 nya Pak Haji Arifin. Alhamdulillah, dapat kemudahan, salut deh buat panitia acaranya, hal ini tentunya buah dari koordinasi yang cukup solid antara panitia penyelenggara dengan aparat terkait. Cerita lainnya yang sepanjang perjalann pulang menjadi topik bahasan yaitu berpindah tangannya sepeda fongers milik mas Siswanto alias sukses dipinang oleh onthelis lain. Jadi sepeda berangkat 18 pulang tinggal 17. Padaha sepeda itu sempat meletus ban saat masuk komplek Keraton Kasepuhan Cirebon, menurut Pak Zainudin anggota PAPITOB yang lain, hal ini terjadi karena tidak uluk salam waktu masuk gerbang.”….emang beneran, pak ?!” dan serangkaian banyolan, gurauan dan tebak-tebakan yang sukses mengocok perut sepanjang perjalanan. Salah satu yang paling membekas, pertanyaan tebakan dari Pak Narjo mengapa pada waktu sore matahari bisa tenggelam ? kenapa hayoooo…..setelah sekian jawaban sekenanya dan ngawur dilontarkan dan meleset, dengan entengnya Pak Narjo menjawab kalem, karena matahari tidak bisa berenang……modiarrr rak kowe, jawaban yang diluar dugaan kita, huasyemmm ngguyune kepingkel pingkel.
Sampai di Cirebon dengan selamat, nurunin sepeda istirahat sejenak sambil keliling melihat-lihat stand klithikan sambil silaturahmi dengan onthelis lainnya, selepas isyak sambil menikmati hiburan kesenian daerah dan musik dangdut beberapa dari kami termasuk saya menikmati night riding menyusuri jalanan Kota Cirebon di malam hari, dan sangat berkesan sekali.
Pagi harinya dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km para onthelis diajak menikmati jalanan kota Cirebon termasuk berkunjung ke Kraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi sampai menjelang tengah hari. Sorenya rombongan bersiap pulang kembali ke Batang.

Krupuk Usek

Krupuk usek bikinan mBatang ini biasanya buat cemilan atau pelengkap untuk makan pecel, nasi megono bahkan pindang tetel. Dicocol sama sambal lotek pun oke juga.
Krupuk ini berbahan dasar tepung tapioka dan bumbu yang dicetak dan dikeringkan di bawah panas matahari yang biasa disebut krecek. Sampai kira kira krecek benar benar kering barulah siap untuk dimasak. Cara memasaknya pun sangat khas, tidak menggunakan minyak melainkan menggunakan pasir dari laut yang sudah dibersihkan.
Bentk dari krupuk usek ini segi empat warna putih dan merah, atau bentuk bulat melingkar warna kuning.

Posted from WordPress for Android