Belajar Ecobrick Bersama Perpustakaan Jalanan Bandar

Iklan

Gerakan Ecobricks Batang

Publikasi mengenai kegiatan “Belajar Ecobrikcks” yang dibagikan mulai tanggal 20 April 2018 melalui akun instagram PKBI Batang mendapatakan respon yang bagus, beberapa peserta langsung masuk daftar list yang registrasinya melalui WA. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Batang sebagai peringatan Hari Bumi 2018 oleh PKBI Batang dengan mengambil tema “Aku Cinta Bumi, Bumi Akan Cinta Kita” melalui pengenalan pembuatan ecobricks yang tentunya yang menjadi bagian lebih penting adalah pemaparan mengenai plastik dan lingkungan.

Kegiatan Belajar Ecobricks ini juga didukung oleh GEA, Global Ecobricks Alliance, InstaBatang untuk media partner dan komunitas “Batang Menyeduh” yang menyediakan kopi arabika dari daerah Pacet.

Kegiatan dimulai 13.30 wib dibuka oleh Aditya Yuda sebagai pembawa acara kemudian sambutan dari program manager PKBI Batang, Mestri Widodo memberikan perkenalan mengenai PKBI dan kegiatannya. Setelah itu mulai masuk pemaparan mengenai ecobricks, palstik dan lingkungan oleh Slamet Nur Chamid dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai teknis pembuatan ecobricks oleh Prasetiyo Widhi. Untuk registrasi peserta ditangani oleh Didik Basuki.

Peserta Belajar Ecobricks ini cukup beragam, mulai dari pelajar, pengelola bank sampah, pramuka, ibu-ibu PKK, kelompok pecinta alam, BANSER, sanitarian dari beberapa puskesmas, perwakilan dari dinas dan warga yang tertarik dengan pembuatan ecobricks.

Peserta antusias mengikuti langkah demi langkah membuat ecobricks dari bahan-bahan yang sudah disiapkan dari rumah, proses praktek langsung membuat ecobricks deselingi dengan tanya jawab, mengenai cara login setelah ecobricks masing-masing bisa diselesaikan. Rata-rata ecobricks yang dibuat sudah memenuhi berat minimal 200 gram untuk botol mineral ukuran 600 ml. Alhamdulillah, Belajar Ecobricks ini berlangsung dengan lancar sampai dengan pukul 16.30 wib. Semoga Gerakan Ecobricks Batang ini dapat bermanfaat bagi lingkungan yang dimulai dari masing-masing individu.

Semua materi dalam Belajar Ecobricks ini bersumber dari http://www.ecobricks.org

Membuat Modul Ecobrick, Pertemuan Kedua di MI Al Islam, Watesalit

Pertemuan kedua di MI Al Islam, Watesalit Sabtu, 24 Maret 2018. Pukul 09.00 tepat kegiatan pun langsung dimulai, kali ini saya dibantu mas Slamet Nur Chamid dan Sigit Pramono. Setelah dibuka dengan doa berasama kami me-review ecobricks yang telah dibuat adik-adik di rumah. Menimbang kembali berat ecobricks untuk memastikan sudah memenuhi syarat minimal 200 grm untuk botol air mineral ukuran 600 ml. Ada beberapa yang masih kurang beratnya tapi banyak juga yang sudah sesuai dan padat.

Setelah semua didata selanjutnya adalah praktek membuat modul dari ecobricks. Rangkainnya menggunakan lem silikon untuk kaca yang berwarna transparan. Pada proses pembuatan modul ini adik-adik juga mencoba langsung menembakkan lem ke permukaan botol dan melekatkannya satu sama lain. Semua antusias mencoba satu persatu, hingga membentuk rangkaian ecobricka segi delapan.

First Ecobricks Goes To School in Batang, Jawa Tengah

Sabtu, 10 Maret 2018 tepat jam 08.30 pagi pelatihan ecobrick di MI AL ISLAM watesalit, Batang dimulai. 24 siswa yang sudah menyiapkan perlengkapan yang dibawa dari rumah seminggu yang lalupun ternyata sudah siap dalam ruang kelas. Anak-anak duduk diatas tikar merapat berdesakan dengan bungkusan-bungkusan plastik yang berisi bekas sachet bubuk kopi, snack, deterjen dan lain-lain. Beberapa menit kemudian setelah menyiapkan projector dan peralatan lainnya kegiatan segera dimulai, dibuka oleh pengantar dari ibu guru kelas V Ibu Miftahutin. Saya yang sedianya tandem dengan partner trainer alumni TOT ecobrick Marimas Semarang, mas Slamet Nur Chamid karena ada kegiatan lain akhirnya saya sendirian dalam kegiatan ini. Setelah mengenalkan diri dan memberikan maksud dan tujuan kegiatan pagi ini pada anak-anak barulah masuk menuju materi Plastik, Lingkungan dan Ecobricks materi baku yang bisa diunduh dari http://www.ecobriks.org

Pelatihan ecobricks untuk anak-anak tingkat sekolah dasar ini yang pertama dilakukan di Kabupaten Batang, dan semoga menjadi contoh yang baik dalam mengenalkan pengetahuan mengenai plastik dan lingkungan sejak dini serta salah satu solusi memecahkan plastik sebagai bekas bungkus jajan di sekolah atau dari manfaat lainnya agar tidak berakhir di tempat sampah dan nantinya dibakar begitu saja. Anak-anak memperhatikan setiap slide pemaparan sambil sesekali muncul pertanyaan dan diskusi kecil yang mengalir sepanjang presentasi. Rerata dari mereka memang masih minim mengenai plastik dan pengelolaannya tampak dari tanya jawab sepanjang kegiatan. Setelah beberapa poin penting tersampaikan tibalah kegiatan membuat ecobrick dimulai.

Formasi duduk melingkar sengaja dipilih supaya lebih mudah semua anak-anak melihat dan mempraktekkan bersama langkah demi langkah proses pembuatan ecobrik. Semua antusias dan tertarik mencoba sendiri dengan perlengkapan dan bahan-bahan yang sudah dibawa dan dipersiapkan dari rumah sejak dari seminggu yang lalu. Selama proses pembuatan ecobrick sengaja saya mencontohkan langsung secara pelan dan bertahap, rata-rata dapat mengikuti langsung secara cepat dimulai dari memotong plastik yang agak keras menjadi potongan kecil. Setelah dirasa potongan yang dihasilkan cukup banyak barulah mulai memasukkan plastik lunak berwarna sebagai warna dasar botol ecobrick yang nantinya akan dibuat. Beberapa anak dapat menyelesaikan dengan baik ecobrick nya baik dari segi kepadatan plastik untuk mengisi maupaun berat minimal untuk ukuran 600 ml. Beberapa yang lain sambil nyengir terus berusaha mencapai berat minimal yang disyaratkan.

Alhamdulillah setelah azan dzuhur berakhir sebagian besar sudah menyelesaikan ecobrick nya dan kami bersepakat dipertemuan yang akan datang mencoba praktek membuat modulnya. Sebelum berakhir semua membersihkan ruangan dan dilanjutkan foto bersama.

Sampai jumpa kembali pada kelas yang akan datang gaesss….