Goes To Malang

Akhirnya kesampaian juga  backpaker-an menuju Malang Jawa Timur,  agenda jalan-jalan ini sudah jauh hari direncanakan oleh Tim Bima Sembada dan pilihan terakhir destinasinya menuju Malang dan Batu.  Moda transportasi kereta diputuskan, dengan melakukan booking tiket jauh hari sebelumnya. Kereta ekonomi yang dipilih kereta Matarmaja kurusan Jakarta – Malang.  

Dari atas kereta sesaat sebelum sampai stasiun kami sempat menikmati pemandangan kampung warna Jodipan. 

Sampai stasiun malang langsung nyari sarapan dan pilihannya pada Nasi Buk yang ada di dekat stasiun,  dilanjut bersih-bersih badan di SPBU.  

Setelah dirasa cukup,  dilanjutkan menuju guest house diseputaran pecinan Malang.

Tidak nyampai sepuluh menit kami tiba di tempat yang dituju menggunakan jasa go car 

Check in dan menuju kamar untuk meletakkan bawaan masing-masing dan bergegas untuk trip hari pertama dengan tujuan Selecta dan Museum Angkut di Batu. 

Setelah dari Selecta kami menuju Museum Angkut hingga selepas magrib,  lanjut ke Alun-Alun Malang,  disini ada peraturan dilarang merokok di area alun-alun.

Perjalanan menuju kembali ke Malang untuk rehat dan bersiap melanjutkan trip hari kedua. 

Pagi setelah beberes kami bersiap melanjutkan ke Eco Green Park yang masih di seputaran Batu. 

Puas berkeliling di Eco Green Park kami putuskan makan siang dengan bakso malang yang cukup populer di Malang,  yup,  Bakso President jadi pilihan kami dan lanjut mencari oleh-oleh. 

Bersiap siap pulang

Menggunakan kereta yang sama Matarmaja Malang – Jakarta. 

Sampai Pekalongan sebelum subuh menjelang. 

Behind The Scene, Batik Rifaiyah oleh Tim @ThankGodIsFreeDay 

Sabtu,  12 Agustus 2017 kemaren, hampir sehari penuh bareng tim @thankgodisfreeday ngambil video di beberapa spot untuk proses pembuatan Batik Rifaiyah di Desa Kalipucang Wetan,  Kecamatan Batang,  Kabupaten Batang. Setelah beberapa hari sebelumnya saya janjian dengan Mas Gasta untuk kegiatan sabtu itu.  Meeting point di rumah Mbak Utin panggilan perempuan bernama lengkap Miftahutin yang juga koordinator Kelompok Batik Tunas Cahaya di Kalipucang Wetan.  Di rumah Mbak Utin sudah berkumpul @augastaputra @ekkyrizkyfajar @riyadfilm dan menyusul @m_bayunur. Setelah berbincang-bincang sebentar dan menyepakati beberapa spot yang hendak dituju akhirnya shooting mulai dilaksanakan selepas dhuhur sehabis mencicipi tahu campur di warung deket rumah Mbak Utin. 

Tempat pertama yang didatangi rumah Ibu Janah, disini mendokumentasikan proses membuat pola,  ngklowongi,  nyanting,  ngobati dan nglorod.  Dilanjutkan menuju rumah Mbah Umriyah seorang pembatik sepuh yang masih membatik untuk wawancara dan diteruskan di lingkungan rumah Mbak Utin untuk pengambilan wawancara dengan Mbak Utin dan shooting beberapa pembatik yang sedang beraktifitas sambil nadhoman menyanyikan syair tarjumah. 

Beberapa scene diambil menggunakan drone.  Bertindak sebagai director Mas Eky cameraman Mas Riyadh dan Mas Nur dibantu Mas Gasta.  Praktis sebelum jam 5 sore alhamdulillah bisa kelar. Salut dan sukses buat teman-teman Tim @ThankGodIsFreeDay, kalian kerennn !!!!