FENOMENA KEMISKINAN

dsci00362

Rumah merupakan sebuah kebutuhan primer bagi manusia, disamping sandang dan pangan. Selain sebagai wadah aktifitas rumah berfungsi pula untuk melindungi dari gagngguan yang bersifat fisik (hujan, panas dan sebagainya) dan yang bersifat non fisik seperti rasa tidak aman dan sebagainya. Oleh karena itu rumah merupaan kebutuhan sosial bagi masyarakat, tetapi tidak semua lapisan masyarakat terutama kaum miskin yang memperoleh atau mempunyai rumah sebgagai tempat tinggal yang layak huni.
MEMPRIHATINKAN.
Di Pejambon, salah satu desa di Kecamatan Warungasem, adalah Mbah Tarmadi (85) dan Mbah Warji’ah (82) sepasang suami istri yang sudah lanjut usia yang hidup dalam lingkungan miskin tepatnya RT. 02 / RW. 01 Desa Pejambon, tidak lebih dari sebuah gubug reot yang lebih pantas disebut sebagai kandang. Tempat yang mereka tinggali berukuran 4 x 6 m beratapkan welit (daun rumbia) yang di beberapa bagian atapnya sudah mulai rontok dan lapuk sehingga tidak dapat lagi berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan. Bangunan yang mereka tinggali berdinding anyaman bambu yang juga sudah lapuk disana-sini dimakan waktu. Bangunan hanya ada pintu depan dan pintu belakang tanpa dilengkapi dengan jendela yang berfungsi sebagai fentilasi maupun sirkulasi keluar masukknya udara. Sebuah kursi dan amben (tempat tidur dari papan) melengkapi bangunan itu, serta dapur yang tidak lagi brfungsi dan peralatan dapur yang tidak lagi terawat. Untuk penerangan pada malam hari hanya menggunakan lampu pijar 5 watt yang terletak di dalam, itupun menyalur dari rumah sebelah. Yang lebih memprihatinkan lagi untuk makan sehari-hari Mbah Tarmadi dan Mbah Warji’ah menggantungkan sokongan dari orang lain. Hal tersebut juga dijelaskan lagi oleh Nur Khasana, koordinator BKM Bersatu Desa Pejambon yang mengatakan bahwa untuk makan sehari-hari pun pasangan yang sudah lanjut usia ini tidak tercukupi, dan hanya menggantungkan kiriman dari anak-anaknya yang sudah berkelurga dan tinggal terpisah.
TANGGUNG JAWAB SIAP ?
Kondisi seperti yang dialami oleh pasangan Mbah Tarmadi dan Mbah Warji’ah tidak hanya ada di Desa Pejambon saja, masih banyak orang lanjut usia yang lain yang menjalani sisa hidupnya dengan kondisi yang memprihatinkan. Terkadang keengganan kita untuk membuka mata terhadap keadaan sekeliling kita adalah sumber kesengsaraan bagi mereka yang sebenarnya membutuhkan perhatian dan uluran tangan kita. Bagaimanapun kemiskinan bukanlah pilihan hidup yang ingin dijalani tapi apalah daya ketidakmampuan mendapat penghidupan yang layak dikarenakan tidak adanya ketrampilan kerja, lapangan pekerjaan atau bahkan umur yang tidak produktif memaksa mereka menjalani kehidupan seperti itu.
Dari fenomena yang ada diperlukan solidaritas atau kepedulian yang dibangun dengan penghayatan yang dalam terhadap kemanusiaan, hati akan menjadi sedih kalau masih ada orang yang hidup sengsara, jiwa merasa terluka mendengar masih ada sekelompok orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Tepat sekali kalau dalam islam persaudaraan dan kemanusiaan senantiasa berkaitan dengan iman, Nabi bersabda “Tidak beriman seseorang bila tidak mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

Iklan

MALAM JUMAT KLIWON / KLIWONAN

Bagi masyarakat Batang dan sekitarnya, malam jumat kliwon merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu. Tua, muda menyempatkan diri untuk melakukan kegiatan kliwonan yang di pusatkan di alun-alun Batang. Pedagang yang berjualan di kliwonan sendiri tidak hanya berasal dari sekitaran Batang saja tetapi banyak juga yang berasal dari luar kota seperti Pemalang, Tegal, Kendal Demak, Kudus, Banjarnegara dan kota-kota lainnya. Pedagang sendiri dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis dagangan dari mulai pakaian, makanan, tanaman, ikan hias, aksesoris sampai arena permainan anak-anak.

Tradisi kliwonan sendiri belum diketahui sejak kapan mulai dilaksanakan, dan dari tahun ke tahun menurut pengamatan kami semakin meningkat jumlah pengunjungnya dan semakin bervariasinya jenis barang dagangan yang dijual di arena kliwonan. Ada pandangan pedagang yang ikut berjualan di arena Kliwonan sepulangnya nanti ke kota asal, barang dagangannya nanti dapat lebih laris.

Biasanya kliwonan juga dijadikan ajang muda mudi untuk mencari pasangan, hal ini dapat dilihat semakin malam banyak sekali pengunjung muda mudi yang sekedar berjalan-jalan mengelilingi alun-alun.

kliwonan