sayonara

mak-sulRasanya cukup berat sekali meninggalkan basecamp kami di tempat Mak Sulami Dusun Kacu Lor, Desa Sariglagah. Maklum, hampir dua tahun lebih tim kami menghabiskan waktu pendampingan di sana, apalagi keramahan Mak Sulami pada kami yang sudah dianggapnya seperti anak kandung sendiri. Beliau lah yang senantiasa menampung semua keluh kesah kami di saat ada kendala di lapangan, boleh dikatakan Mak Sulami sebagai tong sampah / recycle bin ……..

Yang bakal kami kangeni dari Mak Sulami yaitu saat beliau mengingatkan kami satu tim untuk istirahat dan makan pada saat jam makan siang, maklum kalau tidak diperingatkan sering sekali lupa untuk istirahat makan.. selain itu basecamp kami terkenal adem dan nyaman.

Kadang-kadang kami sedih juga meninggalkan Mak Sulami, tapi kami tidak ada pilihan lain. Masalahnya dengan bertambahnya desa dampingan dari enam menjadi sembilan yang secara geografis letaknya membentang dari barat sampai timur, Banjiran sampai Pandansari, tim kami mencoba mencari posisi yang sekiranya berada di tengah-tengah sembilan desa dampingan kami. Dan kami menilai desa yang posisinya di tengah-tengah yaitu Desa Cepagan. Akhir Maret ini kami mulai pendah basecamp……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s